Anak Lanangku 3 Bulan

Taka Ariefiansyah
(Taka Ariefiansyah 3 bulan, dokpri)

Taka Lahir

Jumat pagi, 21 April 2017 di RS Hermina Malang, bayi dengan BBL 3,79 kg dan PB 50 cm lahir ke dunia. Bayi yang tidak lain adalah buah hati yang kami tunggu-tunggu itu diberi nama TAKA ARIEFIANSYAH. Taka dalam bahasa Jepang berarti ELANG sedangkan Ariefiansyah adalah nama belakang suami saya.

Saya bersyukur dan enggak tahu harus ngomong apa saking bahagianya. Allah itu … kun fayakun. Taka adalah hadiah luar biasa bagi pernikahan kami yang di tahun ini menginjak tahun ke-9. Terima kasih ya, Allah.

Tes APGAR

Selain dites berat badan lahir alias BBL yang nilai normalnya 2,5 kg – 4 kg kalau untuk bayi ASIA, panjang badan alias PB yang nilai normalnya antara 48 – 52 cm, dan lingkar kepala alias LK yang nilai normalnya 32 – 38 cm untuk bayi laki-laki (Nakita Online, 2017), bayi baru lahir juga biasanya akan dites APGAR. It meanss … Taka juga.

Apa itu tes APGAR?

APGAR singkatan dari appearance (“penampakan” atau warna kulit), Pulse (denyut jantung), Grimace (refleks), Activity (tonus otot), dan Respiration (pernapasan). Bisa dibilang, tes APGAR adalah tes kondisi bayi baru lahir (yang terdiri dari 5 indikator tsb) apakah normal atau enggak. Jadi misal kenapa-kenapa atau hasil tesnya enggak normal kan bisa langsung diambil tindakan, gituu.

Dan alhamdulih, nilai tes APGAR Taka normall. 🙂

Tes Golongan Darah 

Saya lupa kapan tepatnya Taka tes goldar. Kalau enggak salah sih keesokan harinya ya. Golongan darah si Taka sama seperti ayahnya. Yeyy, ayahnya senang, gembira, bahagia, dan ceriaa. LOL. Yupss … golongan darah Taka A, saya O, dan suami A. Jadi inget pelajaran biologi SMA. Kalau ortunya bergoldar A dan B kemungkinan anaknya akan bergoldar A, B, AB, atau. Sedangkan kalau ortunya bergoldar A dan O, kemungkinan  goldar anaknya ya cuma dua yakni A atau O. 😀

Taka Pulangg

Senin sore 24 April setelah mengurusi segala macam pernak-pernik ini itu, Taka boleh pulangg. Saya sendiri masih ngerasa enggak percaya kalau udah jadi ibuu. Betapa Allah mampu membolak-balikkan keadaan, yaa. Dan, betapa Allah Mahakuasa. Takhenti-hentinya saya bersyukur pokoknya. Alhamdulillah.

Taka Di-FOTOTERAPI karena KUNING

Nah, ini. Jadi nilai bilirubin Taka emang udah rada tinggi yakni 9,5. Tapi, dokter anak bilang masih enggak apa-apa kok asalkan sering disusui dengan tujuan sering nyusu akan sering BAK dan BAB sehingga unsur kuning dalam tubuhnya yang notabene adalah racun bisa keluarr melalui dua jenis pembuangan itu.

Ngomong-ngomong soal kenapa bilirubin Taka tinggi, selain karena ASI saya belum lancar sehingga BAK dan BAB-nya masih belum begitu banyak, alasan lain juga karena saya dan Taka beda golongan darah. Bagai buah simalakama ya rasanya. Di satu sisi, suami saya sorak-sorak bergembira karena goldar dia sama dengan anaknya. Tapi di sisi lain, karena beda goldar itu bilirubinnya jadi tinggi, dan makin tinggi karena proses metabolisme dalam tubuh Taka masih belum terlalu sempurna (ASI belum banyak, so BAB dan BAK juga masih biasa aja)

Saya sempat stres karena di awal-awal ASI masih dwiikitt. Padahal, semakin stres ya semakin enggak keluar. Beruntung punya suami yang selalu ngasih semangat. Pasti bisa kok ngasih ASI. Pastii. Kalau sekarang keluhannya, “Kok ASI dikit, kok gak mau nyusu ya si Taka,” maka nanti akan berubah jadi, “Taka nyusu muluu,” Dan, ternyata ucapan suami saya itu terbukti, hehe.

Pas Taka kontrol dokter lagi sekaligus vaksin polio, dokter bilang penampakan Taka kok makin kuning. Sebagai ibu baru, saya panik, dong. Apalagi pas cek lab, ternyata bilirubin Taka meningkat pesat jadi 16,5. Huwaaa. Pengin rasanya nggantiin. Ternyata begini jadi ibu. Ngerasain banget perasaan “mendingan aku aja, jangan kamu, Nak,”

Karena tinggi itulah, akhirnya Taka di-fototerapi 2 x 24 jam. Saya mesti stand by di rumah sakit untuk nyusuin. Di hari pertama, saya dan suami nungguin Taka. Sedangkan di hari kedua, saya sendiri karena suami harus kembali kerja.

Bersyukur setelahnya, Taka udah boleh pulang. Si bayi enggak kuning lagii. Alhamdulillah. Sehat terus ya, Nak. Aamiin.

Taka Batpil alis Batuk Pilek

Ini masih ada hubungannya dengan sebelumnya. Saat Taka difototerapi alias disinar, saya stress dan nge-drop walaupun secara penampakan baik-baik aja (enggak menjerit atau meraung-raung). Hati saya enggak keruan rasanya melihat Taka difototerapi. Ibu mana sih yang sorak-sorak bahagia lihat anaknya gitu? Terlebih, ibu baru. Pas Taka difototerapi, saya memang masih kelihatan baik-baik saja, kilar kilir lincah nganterin ASIP. Tapi pas Taka boleh pulang, barulah semua kerasa. Saya sakit batpil. Benar kok kata orangtua, sakit itu faktor utamanya pikiran. Saya membuktikannya.

Dan karena emaknya sakit, anaknya pun jatuh sakit. Untungnya enggak lama. Semangat untuk memberikan ASI seutuhnya tanpa campuran apa-apa membuat saya bertekad untuk sembuh. Alhamdulillah, saya sembuh, Taka sembuh. Ah, betapa sempurnanya ikatan antara ibu dan anak. Saya sudah membuktikannya sendiri. Pantas saja seorang ibu bisa ngerasain apa yang terjadi pada anaknya meskipun mereka dipisahkan jarak. 🙂

Taka Vaksin

Sampai dengan usia 3 bulan, Taka udah divaksin inii:

  1. Hepatitis B, sesaat setelah lahir
  2. Polio
  3. BCG, pas usia 1 bulan
  4. Hepatitis B ulangan
  5. Polio ulangan
  6. Hib
  7. DPT
  8. PCV
  9. Rotarix

Nomor 4 – 7 pas usia 2 bulan sedangkan nomor 8 & 9 pas usia 3 bulan

Perkembangan Taka

Saya bukan termasuk ibu yang hobi banding-bandingin anak. Fokusnya sih ke anak sendiri. Maksudnyaa, selama sesuai indikator perkembangan yaawess. Enggak lomba gemuk-gemukan atau gimana-gimana. Santai kayak di pantai, tapi punya target.😂

Sejauh ini, perkembangan Taka sesuai usianyaa. Alhamdulillah. Semoga seterusnya ya, Nak. Bunda akan selalu sabar menikmati tumbuh kembangmuu.

Taka Bisa Cemburu

Bayi bisa jealous? Haha, entahlahh. Yang jelass, kalau pas saya ngerjain, enggak tahu kenapaa dia yang tadiny tidurr tiba-tiba bangunn semacam protess. LOL. Tapi makin ke sini makin bisa diberi pengertian, sih. Kita jadi tim yang solid ya, Nak.

Pola Tidur Taka

Di awal, polanya masih enggak teratur. Otomatiss, saya begadang. Enggak seru kalau udah resmi jadi ibu, tapi enggak begadang, kan. Tapi menginjak 2 bulan dst, saya enggak terlalu begadang lagi. Palingan bangun malam hanya sekali kalau enggak gantiin diapers ya nyusuin. Selebihnya, Taka zzzzz. Nyenyakk sampai pagi. Dia lebih banyak beraktivitas di siang harii. Semoga ini awal pembiasaan yang bagus, yaa.

Oh iyaa, jam 3 pagi, baby Taka udah bangunn. Biasanya ngoceh-ngoceh bergembira atau gerak-gerak lincah sampai jam setengah 5-an. Semacam mau bangunin orang-orang buat sholat tahajud lanjut subuh gitu ya, Nak.

Taka Jalan-Jalan

Taka belum naik pesawatt buat nyusul ayahnya. Saya dan dia masih di Batu mungkin sampai Desember. Jadi ya jalan-jalannya baby Taka masih seputaran Batu – Malang ajaa. Hehe.

Taka Sayang Bunda

Paling seneng kalau pas saya ngajak dia ngomong trus dianya ngeresponn entah itu senyum, ketawa, atau ngoceh. Ahh, Bunda ngerasa disayang banget, Nak.

Taka Anak Ayah

Salah satu kebahagiaan saya setelah jadi ibu adalah pas lihat Taka bercengkerama sama ayahnya. Kalian berdua, kompak selalu, yaa. Saling menyayangi. Aamiin.

ayah dan anak lelakinya
Ayah (walau cuma tangannya aja wkk) dan anak lelakinya, dokpri

Semua Sayang Taka

Mungkin karena saya baru punya anak setelah sekian lama menikahh, yaa. Enggak tahu juga, namanya analisis pribadi yang enggak valid, wkwk.

Yang jelas, dari mulai Taka masih dalam kandungan sampaii detik inii, semuaaa menyambuy gembiraa, semuaaa ngasih hadiah ini ituu. Dari mulai mbah, kaik, ninik, budhe, tante, sepupunya taka alias duo krucils kesayangan alias ponakan saya, temennya mbak alias temennya budhenya Taka, saudara-saudara sepupu saya, pakdhe budhe saya, paratetangga, sahabat dan teman-teman baik yang di sini maupun yang di tempat perantauan, semuanyaaa ikut excited menyambut Taka. Semua ngerasa lega dan semacam mau bilang … “akhirnyaa” ….

Kelak, jadilah anak yang penyayang dan lembut hati serta kuat prinsipnya ya, Nak. Semua menyayangimu. Dan kamu tahu, kasih sayang adalah salah satu sumber kekuatan. Ada ungkapan yang bilang “mencintai membuat kita berani, dicintai membuat kita kuat” 🙂

Booster ASI

Booster ASI saya yang utama cuma satu: perasaan gembira. Udah, itu aja. Kalau masalah makanan sih emang sejak dulu suka sayur dan buah. Susu kedelai? Saya lebih suka bikin sendiri daripada beli. Rasanya lebih saya bangetss, enggak manis. Dann, tentunya lebih hemat bikin sendiri, kan. Booster berupa teh atau yang serupa? Ehm … jujur, saya pernah nyoba, tapi enggak suka. Intinya sih kalau saya makan apa aja (asal halal dan bersih ya), maksudnyaa saya enggak pilih-pilih makanan. Apa aja, yukss. Selama pikiran bahagiaa dan enggak stress (enggak capek pikiran, karena kalau capek fisik kan emang udah dari sononya namany punya bayi), in syaa Allah ASI lancar jaya.

Perjalanan Taka masih sangat jaauhh dan panjaangg. Semoga saya bisa membimbingny sesuai fitrah. Aamiin.

 

Ayah dan Bunda sayang Taka

 

Advertisements

2 thoughts on “Anak Lanangku 3 Bulan

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: