Tak Sekadar Teori

Sejak zaman prasejarah, semua orang juga tahu bahwa kalau cuma teorii … bayi juga paham … alias gampang banget. Tapi ngejalaninnya?

Jadi ceritanya, saya baru aja dengar curhatan seorang kawan (dan dia udah izinin ceritany ditulis di sini tanpa sebut nama asli) mengenai sikap salah satu saudara iparnya (kakak iparnya) yang enggak anggep dia. Si kakak ipar ini enggak pernah anggep temen saya ini ada. Bahkan, si kakak ipar enggak pernah sebut nama ketika saudarany temen saya yang notabene pasangan idupnya si kakak ipar itu ngobrolin temen saya. Mbulet jaya, ya. Wkk.

Si kakak ipar selalu bilang “anak itu”, seolah nyebut nama itu najis. Misal gini,

“Udah ya kamu jangan cerita-cerita lagi tentang ‘anak itu'”

“Gak usah lagilah kirim-kirim foto selfie sama ‘anak itu'”

Dan, semacamnya …

Temen saya tahunya dari mana? Dari saudarany yang notabene pasangannya si kakak ipar.

Apakah teman saya sahabat saya ini jahat? Sampai usia saya 30 tahun sampai detik ini, saya bersaksi bahwa sahabat saya ini salah satu orang paling tulus. Bahagia lihat orang lain bahagia. Sedih lihat orang lain sedih. Saya juga saksi perjuangan idupnya yang gak mudah sampai sekarang jadi orang sukses. You deserve to get it. Menurut saya.

Si kakak ipar rupanya enggak suka kalau sahabat saya ini naik kelas dan jadi orang sukses. Padahal, kalau dia adalah kakak ipar yang waras, harusnya bahagia dong lihat adik iparny sukses. Kan mandiri. Kan enggak jadi beban. Ya, gak? Itu pikiran orang waras.

Si kakak ipar dulunya baik dan berubah 180 derajat ketika sahabat saya ini jadi sesuatu yang itu juga enggak ujug-ujug alias melalui perjuangan, dengan izin Allah tentunya.

Dari curhatan sahabat saya tsb, untuk yang kesekian kalinya diingatkan bahwa jangan pernah ketipu sama penampakan.

Penampakan si kakak ipar sangat religius, aktivitas juga, tapi sikapnya?

Penampakan sahabat saya religius, aktivitasnya juga, dan alhamdulillah sikapnya juga mencerminkan. 🙂

Semoga kakak iparmu diberi hidayah dan dirimu makin sukses luar dalam, wahai sahabat terbaikku.

Aamiin.

2 thoughts on “Tak Sekadar Teori

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: